•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin
| SMS Center [(+62) 089688856555] | : (+6281953614***) selamat sore, sy cahya mau tanya. apa d rsud ulin ad dr.spesialis bedah vaskuler ya. klo ad sya boleh mnta nama dn alamt praktek dr ny. trimakasih. (+6282155632***) Siang saya mau menanyakan apakah karyawan Rsud Ulin yang bernama Ahmad sayraji ruang saraf masih berkerja di ruangan tersebut? Terima kasih tolong infonya (+6282153044***) Tlong para pera wat yang d ruang teratai kalau d tanya jangan jawabannya ga tau.dan satpam perempuan jangan galak galak dong.

PENGUMUMAN LELANG KSO MESIN HD 2014 (Akhir Masuk Berkas Tanggal 17 April 2014 Jam 09.30 WITA)
Senin, 10 Desember 2012 - 08:27:37 WIB
UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INTENSIF
Diposting oleh : Pramono
Kategori: Medis - Dibaca: 1225 kali

Oleh: 
dr. Stefani Nurhadi , dr. Ane Dwi Sari
Instalasi Rawat Intensif RSUD Ulin Banjarmasin
 
 "Seorang ibu membesuk keluarganya di ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Ibu tersebut datang bersama beberapa sanak keluarga masuk ke ruang ICU sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Tiba-tiba seorang perawat menegur rombongan itu untuk bergantian masuk ICU dan tidak boleh membawa anak kecil. Lalu ibu tersebut marah-marah."
 
Ibu tersebut perlu diberi pengertian bahwa ruangan ICU adalah bagian khusus dari Rumah Sakit yang berbeda dari ruangan rawat inap yang lainnya. Sesuai namanya Intensive Care Unit, departemen tersebut menyediakan perawatan medis intensif yang diperuntukkan bagi pasien dengan cedera berat, pasien pasca operasi besar dan penyakit serius yang sebagian besar mengancam jiwa dan membutuhkan pengawasan terus menerus serta dukungan alat atau obat khusus untuk memelihara kestabilan fungsi-fungsi vital organ tubuh. Pasien-pasien tersebut memiliki daya tahan tubuh yang lemah terhadap penyakit menular, oleh karena itu ICU memiliki standar-standar khusus yang harus dipatuhi untuk mencegah infeksi di rumah sakit (infeksi nosokomial) berupa aturan bagi tenaga kesehatan dan pengunjung ICU serta pemeliharaan alat dan ruangan.
 
Petugas ICU dalam hal ini mencakup dokter, perawat, pekarya, cleaning service dan petugas lain yang bekerja diruang ICU memiliki peran yang penting dalam pencegahan infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial yaitu infeksi yang didapat pada saat pasien dirawat di rumah sakit dalam artian infeksi terjadi bukan merupakan infeksi sebelum masuk rumah sakit dan bukan penyakit dalam periode inkubasi (jangka waktu sejak kuman masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala). Dampak dari infeksi nosokomial sangat banyak dan sangat merugikan baik dari pihak pasien, petugas medis, dan Rumah Sakit. Untuk mencegah hal tersebut terutama bagi petugas ICU, yang paling utama dan sederhana ialah mencuci tangan baik itu menggunakan sabun antiseptik dengan air mengalir ataupun menggunakan cairan antiseptik khusus sebelum dan sesudah menyentuh pasien untuk mencegah transmisi kuman ke pasien dan sebaliknya. Petugas ICU diwajibkan menggunakan alat perlindungan diri meliputi baju khusus, alas kaki, masker, dan penutup kepala yang hanya dipakai saat bekerja di Ruang ICU. Menggunakan alat perlindungan diri tersebut dapat mencegah tranfer kuman dari petugas ke pasien maupun sebaliknya dari pasien ke petugas.


Infeksi nosokomial dapat terjadi diberbagai-belahan dunia dengan insidensi terbanyak di Negara-negara miskin dan negara berkembang. Infeksi nosokomial  dapat menyebabkan angka kematian dan angka morbiditas meningkat pada pasien di Rumah Sakit. Sebuah survei yang pernah dilakukan WHO ditemukan dalam 55 Rumah Sakit dari 14 negara (terbagi 4 regio: Eropa, Asia Tenggara, Mediterania timur, dan pasifik barat) terdapat sekitar 8,7% pasien di Rumah Sakit menderita infeksi nosokomial dan lebih dari 1.4 juta penduduk dunia menderita komplikasi akibat infeksi nosokomial. 

Adanya infeksi nosokomial menyebabkan bertambahnya stress emosional yang menurunkan kemampuan dan kualitas hidup, lamanya rawat inap di Rumah Sakit sehingga bertambahnya biaya perawatan, meningkatnya penggunaan obat-obatan, kebutuhan akan isolasi pasien, penggunaan pemeriksaan laboratorium tambahan serta studi diagnosis lainnya, dan meningkatnya jumlah kematian di Rumah Sakit. Oleh karena itu para pengunjung ICU maupun keluarga pasien hendaknya turut bekerjasama dalam mematuhi aturan untuk keluarga yang membesuk dengan memakai pakaian khusus untuk meminimalkan tranfer kuman dari pengunjung kepada pasien. Pengunjung juga sebaiknya tidak masuk beramai-ramai ke ruang ICU untuk menjaga ketenangan pasien-pasien ICU yang dalam keadaan kritis. Penting untuk tidak mengajak anak-anak saat besuk, mengingat daya tahan tubuh anak masih belum sempurna sehingga mudah tertular penyakit.
 
Ruangan dan alat-alat di ruang ICU harus disteril secara berkala atau setelah digunakan. Perlu diketahui bahwa kuman-kuman di rumah sakit adalah bukanlah kuman biasa, karena kuman rumah sakit telah terpapar dengan berbagai macam antibiotika dari tingkat rendah hingga tinggi sehingga lama-kelamaan kuman tersebut menjadi 'kebal' sehingga sangat berbahaya. Sehingga peta kuman (jenis kuman apa yang ada di ICU beserta antibiotik apa yang mampu membunuh kuman tersebut) sangat berguna terutama di ruang ICU agar pengobatan yang intensive ini lebih tepat sasaran.
 
Demikan merugikannya dampak infeksi nosokomial bagi pasien, pengunjung maupun petugas ICU baik dari segi biologi, ekonomi, dan sosial. Jadi marilah kita turut bekerjasama untuk mencegah transmisi infeksi nosokomial mulai dari diri kita baik kita sebagai pengunjung rumah sakit (khususnya ICU) maupun kita sebagai petugas kesehatan.