•  
  • Website Resmi RSUD ULIN Banjarmasin
| SMS Center [(+62) 089688856555] | : (+6281953614***) selamat sore, sy cahya mau tanya. apa d rsud ulin ad dr.spesialis bedah vaskuler ya. klo ad sya boleh mnta nama dn alamt praktek dr ny. trimakasih. (+6282155632***) Siang saya mau menanyakan apakah karyawan Rsud Ulin yang bernama Ahmad sayraji ruang saraf masih berkerja di ruangan tersebut? Terima kasih tolong infonya (+6282153044***) Tlong para pera wat yang d ruang teratai kalau d tanya jangan jawabannya ga tau.dan satpam perempuan jangan galak galak dong.

PENGUMUMAN LELANG KSO MESIN HD 2014 (Akhir Masuk Berkas Tanggal 17 April 2014 Jam 09.30 WITA)
Rabu, 27 Juni 2012 - 08:14:56 WIB
GIZI TEPAT UNTUK PENDERITA HEPATITIS WAKTU PUASA
Diposting oleh : Pramono
Kategori: Gizi - Dibaca: 613 kali

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau kronik (menahun). Hati merupakan salah satu organ tubuh yang penting berperan dalam metabolisme zat gizi, gudang (tempat penyimpanan zat gizi), menawarkan berbagai racun. Dengan demikian kelainan atau kerusakan pada hati akan mempengaruhi fungsi saluran cerna dan penggunaan makanan sehingga jika tidak ditangani dengan baik sering menimbulkan gangguan gizi.  Pengaturan diet yang baik akan lebih menjamin kesehatan, kebugaran dan mempercepat penyembuhan.

Agar penderita hepatitis B dapat menjalankan puasa dengan baik perlu mengatur makanannya sebagai berikut:

Makanlah dengan frekuensi 3 kali makanan utama dengan minimal 2 kali makanan selingan karena makanan dengan frekuensi porsi kecil tapi sering lebih bisa ditoleransi. Buka puasa dibuka dengan minum dan kurma dan kue  dilanjutkan shalat magrib, setelah shalat magrib baru makan makanan utama . Selepas tarawih makan lagi dengan makanan utama. Waktu makan sahur sebaiknya dilakukan dengan cara makanan utama dan ada makanan camilan diasup ketika mendekati imsak

Kebutuhan energi  penderita hepatitis lebih tinggi dari biasanya guna mencegah pemecahan protein sekitar 40-45 kilo kalori  per kilo gram berat badan. Jika mengambil sumber energi  dari gula pilihlah gula dari sumber karbohidrat alami seperti, gula pasir, gula aren, madu, nektar dll bukan sirup atau gula  yang memakai bahan pemanis seperti siklamat dan sakarin. Protein tinggi anatar 1.25 – 1.5 per kilo gram berat badan. Sumber protein pilih dari sumber nabati seperti tahu dan tempe kurangi sumber bahan makanan hewani daging, telur dll agar mengurangi produksi amonia. Sumber protein hewani cukup 25 gram (1 iris kecil ) setiap kali makan. Susu harus dibatasi  cukup ½ gelas sehari kecuali susu khusus penderita gangguan hati, karena susu biasa dapat menyebabkan meningkatkan asamamino aromatik yang dapat merugikan hati.Vitamin dan mineral, cukupi dengan sayur dan buah minimal 3 mangkok sehari. Dan jangan lupa jika tidak ada penumpukan cairan seperti odema atau asites harus minum minimal 10 gelas sehari.(Pramono PDE / www.facebook.com/pram.gizi)